Thursday, 1 June 2017

Life 150cm - Naoko Takagi

Judul: 150cm Life 
Original: HyakugojissenchimÄ“toru Raifu 
Penulis: Naoko Takagi
Penerbit: Haru
Tebal: 116 halaman
ISBN: 9786026383167

Hanya melihat 150 saja, saya langsung memutuskan untuk membeli buku ini? Kenapa? Tentu saja karena buku ini akan bercerita tentang kehidupan sehari-hari makhluk mungil berukuran 150cm.

Anyway, here is the synopsis:
Aku bertubuh mungil. 
Aku harus mendongak ketika berbicara dengan orang lain, aku harus berjinjit saat mengambil barang, aku kadang menghilang di tengah kerumunan orang, bahkan tanpa sadar harus berjalan cepat untuk mengimbangi langkah orang lain.
Ketika aku berpikir banyak ketidaknyamanan menjadi orang pendek, ada saja hal-hal menyenangkan yang terjadi.
Komik essay ini menceritakan kisah kehidupan 150 cm-ku. Kamu yang juga bertubuh mungil, pasti pernah merasakannya juga.

Sesungguhnya buku ilustrasi ini adalah curhatan penulis yang juga bertubuh setinggi 150 cm :)

DAN SANGAT RELATABLE. Rasanya kami merasakan sakit yang sama:

Wednesday, 31 May 2017

[ARC] Nimona - Noelle Stevenson

Judul: Nimona
Penulis: Noelle Stevenson
Genre: fantasy
 
Satu lagi web comic dari Haru, well, kali ini dari Penerbit Spring. Ekspektasi saya tinggi karena Nimona pernah menjadi nominasi Goodreads Choice Award Nominee for Graphic Novel & Comics di tahun 2015. Lagi pula, jarang-jarang kan liat heroin di sebuah komik dengan kondisi fisik berbeda dengan yang lain ;)

Nimona adalah debut graphic novel dari Noelle Stevenson. Nimona awalnya adalah sebuah web comic di Tumblr dan bisa kamu cek di sini ,  hanya tiga chapter pertama tentunya yang bisa kamu baca di sana mengingat HarperCollins sudah menerbitkannya di tahun 2015 dan akan diterbitkan oleh Penerbit Spring bulan Juni! Yay~

Nimona sendiri adalah shapeshifter muda yang sangat impulsif, energic dan merupakan fans berat "tokoh jahat": Lord Blackheart. Dia melamar secara paksa sebagai sidekick, ah well, asisten Lord Blackheart. Lord Blackheart sendiri adalah hero yang murtad menjadi scientis jahat yang mempunyai dendam kesumat besar kepada mantan temannya, Lord Ambrosius Goldenloin (ok, saya tertawa terbahak-bahak dengan nama yang terakhir).

Saturday, 29 April 2017

[Blogtour + Ask Author + Giveaway] Underwater - Marisa Reichardt


Judul : Underwater
Penulis: Marisa Reichardt 
Genre: young adult, contemporary, romance
Penerbit : Spring
Tebal : 328 Halaman
ISBN : 9786026044341
Blurb: Goodreads.

***
Novel debut Marisa Marisa Reichardt ini bercerita tentang Morgant Grant, gadis SMA yang menderita PTSD dan anxiety disorder plus masalah keluarga yang komplek. Hal tersebut membuatnya mengurung diri di rumah dan menderita agorafobia. Sampai ketika dia sudah tidak tahan lagi dengan hidupnya, Evan pindah ke sebelah apartemennya. Evan mengingatkan Morgan pada laut dan bagaimana menyenangkannya berenang.

Sebelumnya saya sudah pernah mereview 150 halaman pertama ARC novel ini yang dikirim oleh Penerbit Spring di sini. Bisa dibilang saya sudah menulis panjang lebar tentang implikasi yang dibawa oleh novel ini. Mulai dari penyakit psikologi dan isu-isu yang sedang panas di Amerika Serikat.

Friday, 31 March 2017

Holy Mother - Akiyoshi Rikako

Judul: Holy Mother
Penulis: Akiyoshi Rikako
Penerbit: Penerbit Haru, Oktober 2016
Halaman: 284 halaman


Ini adalah buku Akiyoshi Rikako pertama bagi saya. Pertama yang saya baca, yang pertama saya review dan yang bisa membuat saya tertawa sekaligus tertegun di sepersepuluh akhir buku ini. Twist yang luar biasa!

Awalnya saya skeptis dengan Akiyoshi Rikako. Novel pertamanya yang diterbitkan di Indonesia oleh Penerbit Haru adalah Girls in The Dark, covernya rasanya terlalu mirip dengan salah satu kasus di anime Psycho Pass dan saya pikir mungkin ceritanya akan sama saja. Jadi untuk waktu lama saya hanya melirik saja Girls in The Dark tanpa benar-benar ada keinginan untuk membelinya.

Ketika acara tukar kado member BBI yang lahir di bulan Januari diadakan dan kami harus menulis wishlist, saya agak kebingunan karena timbunan buku saya terlalu banyak sehingga saya tidak punya banyak wishlist. Jadi saya putuskan: Japanese Literature yang bagus.

Nina, sebagai secret giver, setelah menanyakan Japanese Literature apa yang bagus kepada teman-temannya, memutuskan untuk memberi saya Holy Mother.

Seperti Ohno Eriko yang sangat terkenal di Indonesia dengan komik Miko-nya, sepertinya Akiyoshi Rikako adalah penulis yang terkenal diantara pembaca Indonesia.

Saya akhirnya membaca buku ini karena buku ini merupakan buku untuk baca bersama Duta Haru Surabaya. Dan saya baru selesai jam empat tadi. DAN SAYA SHOCK DENGAN TWISTNYA. Padahal saya sempat merasa sedih dengan pembunuhan anak kecil (you don't hurt children, cats or dogs. All the cutes things!) yang jadi awal muasal drama thriller ini. Sudah berminggu-minggu saya tidak sanggup melanjutkan tetapi saya bahagia akhirnya saya berhasil selesai, karena novel ini:

Wednesday, 22 March 2017

[ARC] Underwater - Marisa Reichardt




Judul : Underwater
Penulis: Marisa Reichardt  
Genre: young adult, contemporary, romance
Setiap orang punya monster-monsternya masing masing.

Pernah dengar hal itu?

Novel Undewater mengingatkan saya akan ketakutan yang membuat saya kaku setelah mendengar berita Paris Attack? 13 Nopember 2015? Ingat kan? Serangan terencana tersebut salah satunya adalah penembakan di acara konser pada Jumat malam. Terhitung 89 orang meninggal. Termasuk di antaranya pekerja swasta dan pegawai pemerintah. Orang-orang seperti saya.

Kejadian itu terjadi dua bulan setelah saya menghadiri AFA (Anime Festival Asia) Indonesia 2015 di Jakarta, yang menurut saya salah satu festival paling memuaskan yang pernah saya hadiri. Konser Anisong yang termasuk dalam acara tersebut  juga dimulai di hari Jumat. Bersama saya saat itu juga banyak pengunjung yang masih memakai baju kerja dan baju batik. Saya begidik membayangkan jika ada serangan semacam itu di tempat itu. Ketakutan itu muncul lagi ketika saya akan menghadiri acara itu di tahun berikutnya.

Ini lah yang juga dialami Morgan, protagonis dalam novel Underwater karya debutan penulis Marisa Reichardt, tragedy yang dialaminya membuatnya mengidap agoraphobia - ketakutan akan tempat terbuka. Morgan tidak mau keluar dari rumahnya karena dia merasa takut. Di rumahnyalah dia merasa aman.

Sungguh besar ketakutannya untuk meninggalkan rumahnya sehingga Morgan bahkan tidak bisa melangkah melebihi keset pintu rumahnya. Tanpa bisa keluar rumah, Morgan mengambil kelas online untuk menyelesaikan tahun terakhir sekolahnya.

Tidak bisa ke sekolah, tidak bisa berinteraksi dengan teman-temannya dan hanya ditemani oleh ibu dan adiknnya, Ben, ketika pagi dan malam saja membuatnya merasa tenggelam. Perasaan terpisah dengan dunia luar ketika kamu berada di bawah air. Itulah yang dirasakan Morgan. Ditambah dengan hubungan komplek dengan ayahnya yang merupakan veteran tentara, hidup bagi Morgan tidak bisa lebih melelahkan lagi.

Sampai akhirnya Evan, tetangga barunya mengingatkan dirinya akan udara pantai dan perasaan yang dirasakannya ketika berenang. Bisakah Morgan kembali menghirup udara segar pantai California lagi?